Rabu, 10 Agustus 2016

Standar Kompetensi Bimbingan Konseling di SMP

Standar Kompetensi Bimbingan Konseling di SMP

Perkembangan anak usia SMP/MTs ada pada rentang usia 12 – 15 tahun. Usia ini ada pada masa remaja awal. Perpindahan dari SD/MI ke SMP/MTs ini merupakan langkah yang cukup berarti dalam kehidupan peserta didik, baik karena tambahan tuntutan belajar bagi peserta didik lebih berat, maupun karena peserta didik akan mengalami banyak perubahan dalam diri sendiri. Oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling di SMP/MTs harus bercorak lain pula. Program bimbingan dan konseling pada SMP/MTs kiranya tidak hanya sekedar sebagai lanjutan dari program bimbingan dan konseling untuk SD/MI tanpa perubahan dan penyesuaian seperlunya. Pada tingkat pendidikan SMP/MTs ini semakin tegas dibedakan antara administrasi sekolah, bidang pengajaran, dan bidang pembinaan siswa. Bidang pembinaan siswa sendiri semakin menunjukkan keanekaragaman, termasuk pelayanan bimbingan sebagai subbidang dalam bidang pembinaan siswa.
Berkaitan dengan perkembangan, tugas perkembangan yang ingin dicapai pada tahap perkembangan usia SMP/MTs, yaitu:
1.         Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.         Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.
3.         Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam
peranannya sebagai pria atau wanita.
4.         Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima
dalam kehidupan yang lebih luas.
5.         Mengenal kemampuan, bakat, dan minat serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni.
6.         Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan di masyarakat.
7.         Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi.
8.         Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara.
Rumusan Tugas Perkembangan pada usia SMP/MTs tersebut di atas pada dasarnya menjadirumusan kompetensi yang hendak dicapai melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling.
Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik pada SMP/MTs yang telah disusun oleh ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia)
STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA
No
Aspek Perkembangan
Tataran/Internalisasi Tujuan
Pengenalan
Akomodasi
Tindakan
1
Landasan hidup religius
Mengenal arti dan tujuan ibadah
Berminat mempelajari arti dan tujuan ibadah
Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri
2
Landasan perilaku etis
Mengenal alasan perlunya mentaati aturan/norma berperilaku
Memahami keragaman aturan/patokan dalam berperilaku dalam konteks budaya
Bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku
3
Kematangan emosi
Mengenal cara-cara mengekspresikan perasaan secara wajar
Memahami keragaman ekspresi perasaan diri dan perasaan orasaan orang lain
Mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan kontekstual
4
Kematangan intelektual
Mempelajari cara -cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Menyadari adanya resiko dari pengambilan keputusan
Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan resiko yang mungkin terjadi.
5
Kesadaran tanggung jawab sosial
Mempelajari cara- cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam lingkungan kehidupan sehari-hari
Menghargai nilai- nilai persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari
Berinteraksi dengan orang lain atas dasar nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan hidup.
6
Kesadaran gender
Mengenal peran- peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan
Menghargai peranan diri dan orang lain sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan
sehari-hari
Berinteraksi dengan lain jenis secara kolaboratif dalam memerankan peran jenis
7
Pengembangan diri
Mengenal kemampuan dan keinginan diri
Menerima keadaan diri secara positif
Meyakini keunikan diri sebagai aset yang harus dikembangkan secara harmonis dalam kehidupan
8
Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis)
Mengenal nilai-nilai perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari.
Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan
sehari-hari.
Membiasakan diri hidup hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari -hari.
9
Wawasan dan kesiapan karier
Mengekspresikan ragam pekerjaan, pendidikan dan aktivitas dalam dengan kemampuan diri
Menyadari keragaman nilai dan persyaratan dan aktivitas yang menuntut pemenuhan kemampuan tertentu
Mengidentifikasi ragam alternatif pekerjaan, pendidikan dan aktifitas yang mengandung relevansi dengn kemampuan diri
10
Kematangan hubungan dengan teman sebaya
Mempelajari norma- norma pergaulan dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya
Menyadari keragaman latar belakang teman sebaya yang mendasari pergaulan
Bekerja sama dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya
Sumber:
Depdiknas.2007.Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.Jakarta.


0 komentar:

Posting Komentar